Rabu, 02 Juli 2014

Ada Bintang Berlian Seukuran Bumi di Angkasa

Pernah dengar lagu Diamond aka Berlian dari Rihanna? Saya sih pernah dengar tapi karena bukan penggemar saya tak tahu persis isi lagunya. Tapi kalau tidak salah ada bagian yang cukup puitis menyatakan We’re like diamonds in the sky aka Kita bagaikan berlian di langit. Intinya sih bercahaya laksana berlian di angkasa. Dan ternyata… berlian di angkasa itu memang ada. Benda itu merupakan kristalisasi karbon di alam semesta

Kali ini, sebuah berlian lain ditemukan oleh para astronom! Benda berupa kristalisasi karbon ini merupakan bintang katai putih yang paling dingin dan paling redup yang pernah dideteksi. Bintang katai putih tersebut merupakan sisa bintang purba yang seukuran-Bumi! Ada berlian seukuran Bumi di angkasa! Untung saja manusia tidak bisa ke sana. Kalau tidak, tentu sudah jadi lokasi tambang baru.

Bagaimana bintang katai putih berlian ini bisa ditemukan? Apalagi bintang katai putih yang ditemukan tersebut sangat redup. Pasti sulit untuk menemukannya.

Penemuan PSR J2222-0137
Ceritanya dimulai dengan penemuan pulsar atau bintang berpulsasi yang merupakan bintang netron yang berputar sangat cepat. Bintang netron merupakan sisa inti bintang masif yang meledak sebagai supernova. Bintang ini sangat mampat dan ketika berputar, gelombang radio bak lampu sorot mercusuar mengalir dari kutub-kutub magnetik ke angkasa menanti untuk ditangkap teleskop radio di Bumi saat mendekati planet biru tersebut.


Pulsar yang diberi kode PSR J2222-0137 ditemukan oleh Jason Boyles dari Universitas West Virginia di Morgantown saat melakukan pengamatan dengan Teleskop Green Bank milik National Radio Astronomy Observatory (NRAO). Dari hasil pengamatan Jason Boyles, pulsar tampak berputar 30 kali per detik dan memiliki keterikatan gravitasi dengan obyek pasangannya. Pada awalnya, bintang pasangan dari pulsar diperkirakan merupakan bintang netron atau bintang katai putih dingin yang tidak biasa alias langka. Keduanya saling mengorbit setiap 2,45 hari.

Pengamatan lanjut pulsar PSR J2222-0137 dilakukan dengan Very Long Baseline Array (VLBA) oleh Adam Deller dari Netherlands Institute for Radio Astronomy (ASTRON) selama dua tahun. Dari pengamatan inilah, para astronom bisa mengetahui jarak dan lokasi pulsar tersebut. PSR J2222-0137 diketahui berada di rasi Aquarius pada jarak 900 tahun cahaya dari Bumi.

Bintang Katai Putih Berlian
Dengan menggunakan teori Einstein, para astronom bisa mengetahui peran gravitasi obyek bintang pasangan dalam melengkungkan waktu sehingga terjadi keterlambatan sinyal radio saat pulsar berada di baliknya. Keterlambatan perjalanan waktu inilah yang membantu para astronom untuk mengetahui orientasi orbit dan massa kedua bintang berpasangan tersebut. Pulsar PSR J2222-0137 memiliki massa 1,2 massa Matahari sedang massa bintang pasangannya 1,05 massa Matahari.

Dari data yang ada, bintang pasangan dalam sistem tak mungkin sebuah bintang netron karena orbitnya yang teratur menandakan tidak ada supernova kedua yang terjadi di sistem tersebut. Artinya obyek pasangan pulsar tersebut merupakan bintang katai putih yang seharusnya bisa diamati dalam panjang gelombang optik maupun inframerah. Dan tepat seperti yang diduga, teleskop Southern Astrophysical Research (SOAR) di Chile maupun teleskop Keck 10-meter di Hawaii berhasil mendeteksi keberadaan katai putih tersebut.

sumber:
http://langitselatan.com/2014/06/25/bintang-berlian-seukuran-bumi-di-angkasa/
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Home
Reload page