Jumat, 18 Juli 2014

Seperti Apa "Wajah" Internet 100 Tahun Lagi?

Banyak hal yang terkandung di dalam internet. Dunia digital tersebut juga telah berevolusi dengan cepat. Mulai dari tampilan web sederhana hingga kini menawarkan beragam konten. Lalu seperti apakah "wajah" internet dalam waktu 100 tahun lagi? WhoIsHostingThis.com telah membuat prediksi seperti apa internet dalam kurun 1 abad ke depan. Prediksi tersebut ditampilkan dalam bentuk infografis yang bisa dilihat melalui tautan berikut ini.

Rabu, 16 Juli 2014

Tahu, Kenapa Perusahaan Jepang "Kepincut" dengan Lulusan Indonesia?

Kantor Karier (Career Office) Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) di Beppu, Jepang, menempatkan para pelajar Indonesia sebagai pelajar paling diincar perusahaan-perusahaan multinasional Jepang. Kemampuan bahasa Jepang dan Inggris para pelajar Indonesia dinilai sangat baik, sebaik kemampuan studi di bidang masing-masing.  Berdasarkan data Career Office Ritsumeikan Asia Pacific University (APU)

Senin, 14 Juli 2014

Mengapa Teleskop Bisa Melihat Galaksi Jauh Tapi Tidak Bisa Melihat Exoplanet?

Aneh bukan? Galaksi yang jauh sekali tampak sangat detail sedangkan planet yang dekat hanya tampak seperti sebuah gumpalan atau bola pingpong dan bola tenis dalam hasil potretan. Kenapa belum ada teleskop yang bisa melihat sampai ke permukaan planet? Ini karena galaksi-galaksi yang demikian jauh itu demikian besar dan terangnya, sehingga dapat dilihat dari jarak yang amat sangat jauh.

Minggu, 13 Juli 2014

99 Persen Sampah Plastik di Lautan Hilang, ke Mana Perginya?

Sebanyak 99 persen plastik di lautan hilang. Ini bukan berita bagus, melainkan justru berita buruk. Ilmuwan menyatakan, sejumlah plastik mikroskopik itu masuk ke jaring-jaring makanan di laut yang kompleks, seperti halnya limbah kimia macam merkuri. Carlos Duante, pakar oseanografi dari University of Western, Australia, melakukan studi pada lima pilihan arus laut di samudera lepas. Riset dilakukan pada 2010 hingga 2011.

Jumat, 11 Juli 2014

Saat Hujan Turun di Matahari

Seperti di Bumi, Matahari juga mengalami cuaca buruk seperti angin kencang dan hujan. Tapi, berbeda dengan badai di Bumi, hujan di Matahari bukanlah hujan air. Di sana turun hujan gas bermuatan listrik dan superpanas, yang disebut plasma. Hujan plasma turun dengan kecepatan sekitar 200.000 kilometer per jam dan berasal dari bagian atas Matahari (korona). Tetes-tetes hujan di sana berukuran sebesar negara!
Home
Reload page