Senin, 22 Desember 2014

Indonesia Bersiap "Menjual" Gerhana Matahari Total 2016

Gerhana Matahari total bakal terjadi pada 9 Maret 2016. Walaupun masih 1,5 tahun lagi, Indonesia kini sudah bersiap-siap untuk "menjual" gerhana, menyulap fenomena tersebut menjadi uang dengan menggaet wisatawan ke Tanah Air. Bagi Indonesia, gerhana Matahari total 2016 istimewa. Sejumlah wilayah di dalam negeri, seperti Bengkulu, Palangkaraya, Palu, dan Ternate, menjadi titik terbaik di dunia untuk mengamati gerhana tersebut.

Sabtu, 20 Desember 2014

Menguak Tabir Awan

Cuaca dan manusia. Relasi keduanya demikian kental dan dalam. Cuaca senantiasa hadir. Manusia tak kuasa menolak. Awan gelap atau langit cerah memengaruhi mood. Hujan atau panas terik mengubah perasaan, bahkan kondisi fisik kita. Musim dingin dan musim panas mampu mengubah perilaku manusia. 

Jumat, 19 Desember 2014

Baterai Laptop Bekas Jadi Sumber Listrik

Peneliti IBM mengembangkan produk hasil daur ulang baterai laptop bekas, yang bisa bermanfaat bagi ratusan juta warga di dunia yang rumahnya tidak memiliki akses listrik. Menurut agen perlindungan lingkungan (EPA), di Amerika Serikat saja setiap tahunnya ada 50 juta laptop dan komputer yang dibuang. Padahal baterai lithium-ion dari puluhan juta laptop bekas masih bisa dimanfaatkan. Sekelompok illmuwan IBM di India

Rabu, 17 Desember 2014

Dari Mana Air di Bumi Berasal?

Rosetta mengungkap air di Bumi bukan berasal dari komet. Ilmuwan pun melirik asteroid sebagai sumber air yang menggenangi samudera. Namun peneliti lain mengembangkan penjelasan alternatif yang juga berbasis data serupa. Sejak Agustus wahana antariksa Rosetta mengorbit komet 67P/Churyumow-Gerasimenko. Kini peneliti Badan Antariksa Eropa (ESA) itu memublikasikan data pertama hasil analisa terhadap air yang terperangkap di tubuh komet.

Senin, 15 Desember 2014

Superkomputer, ‘Melihat’ Masa Lalu dan Masa Depan Alam Semesta

Foto-foto ruang angkasa hanyalah cuplikan peristiwa astronomis. Untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi di alam semesta kita perlu melihat gambar yang lebih komplit. Akan tetapi, di laboratorium di bumi kita tidak punya cukup ruang dan waktu untuk mereka ulang peristiwa kosmis tersebut. Satu-satunya pilihan adalah menggunakan ilmu matematika untuk membantu kita menciptakan objek dan peristiwa kosmis dalam komputer. 
Home
Reload page