Jumat, 19 September 2014

Laut Indonesia Bisa Pasok Kebutuhan Listrik Se-Asia Tenggara

Potensi laut yang perlu dimanfaatkan bukan hanya perikanan, melainkan juga energi laut yang berpeluang menghasilkan listrik untuk kebutuhan nasional. Hal itu mengemuka dalam pertemuan kelompok ahli bertema "Peran Iptek dalam Pembangunan Maritim" yang diselenggarakan di Universitas Surya, Jumat (29/8/2014). Dalam diskusi, Son Diamar, mantan Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Maritim dan Tata Ruang

Rabu, 17 September 2014

Asteroid 2014 RC Mendekati Bumi Hingga 34.000 Km

Bongkahan batu itu kira-kira sebesar rumah berukuran sedang berlantai tiga. Selama ini ia melayang-layang di kedalaman langit, beredar mengelilingi sang surya dalam tata surya kita. Lintasan peredarannya sungguh aneh untuk ukuran manusia karena begitu lonjong. Demikian lonjongnya sehingga pada suatu saat bongkahan batu tersebut akan lebih terpanggang bara mentari ketimbang Bumi kita karena posisinya yang lebih dekat ke Matahari. 

Senin, 15 September 2014

Lapisan Ozon Mulai Pulih

Lapisan ozon yang melindungi bumi mulai mengalami pemulihan. Sebagian besar karena fase penggunaan zat-zat kimia, misalnya yang digunakan untuk mesin pendingin dan tabung aerosol, sudah mulai ditinggalkan. Demikian dilaporkan panel PBB yang membahas kesehatan planet bumi. Para ilmuwan mengatakan jika dilakukan bersama-sama, dunia akan mampu menangkal krisis ekologi.

Sabtu, 13 September 2014

Lampu Sorot Menyala Karena Energi Dari Kaki Pemain Bola

Ini mungkin hanya lapangan bola sederhana. Tapi lapangan bola di kawasan kumuh sekitar Rio de Janeiro ini adalah yang pertama di dunia, yang memiliki lampu sorot yang dihasilkan dari gerakan pemain. Inovasi ini, diresmikan dengan kehadiran bintang sepak bola legendaris Pele. Teknologi baru itu disebut Pavegen, yang dapat memanen energi dari langkah kaki orang. Peresmian lapangan bola unik ini dilakukan hari Rabu(12/09) lalu 

Minggu, 07 September 2014

Ternyata Awan Juga Ada di Luar Tata Surya Kita

Astronom menemukan tanda keberadaan awan berbahan air di luar tata surya. Jika terkonfirmasi, ini adalah pertama kalinya awan ditemukan di luar sistem keplanetan di mana manusia tinggal. Awan diketahui menyelimuti sebuah dunia yang berjarak 7,3 tahun cahaya, alias sekitar 69 kuadriliun. Dunia tersebut sejatinya ialah sebuah bintang katai coklat, bintang yang gagal berkembang dan tak mengalami reaksi inti.
Home
Reload page